Badminton

Tan Boon Heong Anggap Mathias Boe Adalah Rival Terberatnya

Pebulutangkis Malaysia yaitu Boon Heong, memuji Mathias Boe asal Denmark sebagai lawan terbaik Eropa yang pernah dia hadapi

Jarang sekali bagi seorang atlet untuk memuji lawannya, tetapi mantan pemain peringkat 1 dunia, Tan Boon Heong membuat pengecualian. Boon Heong memuji Mathias Boe asal Denmark sebagai lawan terbaik Eropa yang pernah dia hadapi, sehari setelah sang pemain memutuskan pensiun dari olahraga yang telah membesarkan namanya.

Boe yang kini berusia 39 tahun, adalah salah satu pemain tertua yang masih aktif, pensiun pada Kamis (23/4) lalu setelah 20 tahun karirnya yang termasyhur yang membuatnya memenangkan medali perak bersama Carsten Mogensen di Olimpiade London 2012 dan Kejuaraan Dunia Guangzhou 2013.

Mereka juga memenangkan dua gelar All England pada tahun 2011 dan 2015 dan pernah berada di peringkat 1 dunia.

Boon Heong dan rekannya, Koo Kien Keat unggul dalam rekor pertemuan dengan memenangkan 10 dari 15 pertemuan mereka melawan Boe/Mogensen dari tahun 2007-2013, tetapi persaingan antara kedua pasangan ini selalu intens.

Faktanya, Boe/Mogensen adalah sosok yang merusak peluang Boon Heong/Kien Keat untuk memenangkan gelar All England kedua mereka pada tahun 2011 lalu.

“Meskipun kami telah mengalahkan mereka berkali-kali, kami tidak akan pernah lupa bahwa Boe/Mogensen-lah yang telah menjegal gelar All England kedua kami,” kata Boon Heong, yang memenangkan gelar All England pertamanya bersama Kien Keat pada 2007.

“Boe/Mogensen termasuk di antara lawan kami yang paling sengit. Kami menilai mereka setara dengan Cai Yun/Fu Haifeng (China) dan Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia). Anda tidak pernah bisa menganggapnya enteng.”

“Boe benar-benar seorang atlet teladan. Tidak banyak yang bisa bersaing di level tertinggi di akhir 30-an mereka seperti dia. Di akhir 30-an, Anda harus menangani tubuh Anda dengan ekstra hati-hati … tidur lebih awal, makan dengan baik, jika tidak, Anda tidak bisa diatas. Anda harus memberinya banyak pujian untuk disiplinnya. Dia tanpa diragukan lagi pemain ganda Eropa terbaik yang saya kenal,” tambah Boon Heong.

Sementara itu, Boe mengatakan bahwa penundaan Olimpiade ke tahun depan adalah salah satu alasan keputusannya.

“Saya mengumumkan pada bulan Februari bahwa putaran final Piala Thomas atau Olimpiade akan menjadi turnamen terakhir saya, dan saya pikir itu akan memberi saya motivasi untuk memberikan 100% selama beberapa bulan terakhir dalam karir saya, tetapi sayangnya, itu juga memiliki efek buruk pada saya,” kata Boe pada Badminton Denmark.

“Secara mental, saya terlalu lelah. Saya tidak lagi sekuat dulu, dan begitu Anda mencapai usia saya, sesuatu yang istimewa perlu dilakukan untuk mengimbangi,” tambah Boe, yang telah bermain dengan Mads Conrad Petersen selama beberapa tahun terakhir.

Tanpa Boe, Denmark harus mengubah rencana mereka untuk menambah kedalaman tim menjelang putaran final Piala Thomas yang dijadwalkan akan berlangsung pada 15-23 Agustus di Aarhus, Denmark.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close