Badminton

Lee Zii Jia Membutuhkan Sparing Partner Berkualitas

Pebulutangkis tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia menyatakan keprihatinannya tentang kurangnya mitra sparring yang baik, seminggu setelah Federasi Badminton Malaysia (BAM) mendegradasi rekan satu timnya, Soong Joo Ven.

Pebulutangkis tunggal putra Malaysia, Lee Zii Jia menyatakan keprihatinannya tentang kurangnya mitra sparring yang baik, seminggu setelah Federasi Badminton Malaysia (BAM) mendegradasi rekan satu timnya, Soong Joo Ven.

Tugas enam tahun Joo Ven yang kini berusia 24 tahun dengan tim nasional secara resmi akan berakhir pada 31 Januari.

Juara tunggal putra U-18 itu dicoret oleh BAM karena mereka menganggap sang pemain tak memenuhi kualifikasi untuk Proyek ’24 mereka, yang bertujuan memenangkan emas di Olimpiade Paris 2024 dan mencapai final Piala Thomas 2022.

Tanpa Joo Ven, sektor tunggal putra sekarang hanya memiliki enam pemain utama termasuk Cheam June Wei yang berusia 22 tahun, Leong Jun Hao yang berusia 20 tahun dan tiga pemain berusia 19 tahun, yakni Ng Tze Yong, Aidil Sholeh Ali Sadikin dan Lim Chong King.

Dari keenamnya, June Wei adalah satu-satunya pemain yang terlihat mampu menyamai level permainan Zii Jia.

“Sulit untuk percaya bahwa pada usia 22 tahun, saya telah menjadi pemain tertua kedua setelah Juni Wei di tim,” kata Zii Jia.

“Dengan Joo Ven meninggalkan tim, tim sekarang sebagian besar terdiri dari pemain junior, dan mereka adalah satu-satunya pilihan partner saya sekarang.”

“Saya berencana untuk berbicara dengan pelatih dan melihat apakah mungkin untuk meminta sparring partner (di luar tim nasional),” ungkapnya.

Sementara itu, didukung oleh raihan semifinal di Masters Malaysia yang baru saja berakhir, Zii Jia berharap dapat membawa momentum yang bagus ke turnamen Indonesia Masters yang akan dmulai besok di Jakarta.

“Mudah-mudahan, saya akan segera pulih untuk siap menghadapi tantangan berikutnya,” kata Zii Jia.

“Sebagian besar pemain melakukan perjalanan dari sini ke Indonesia setelah seminggu yang melelahkan, sehingga mereka dengan kondisi terbaik akan lebih unggul.”

“Mencapai semifinal di Malaysia Masters jelas merupakan hasil yang layak. Saya telah mengalahkan beberapa pemain top dan meningkatkan penampilan saya di perempat final tahun lalu. Saya pasti ingin membangun awal yang baik ini,” jelasnya.

Namun jalan yang sulit menunggu Zii Jia di Indonesia Masters karena harus bisa melewati Sittikom Thammasin asal Thailand di babak pertama untuk mengadakan pertemuan babak 16 besar melawan juara Olimpiade Rio asal China, Chen Long.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close