Badminton

Federasi Badminton India Akan Mencari Cara Pemerintah Izinkan Tim China Tampil di India Open 2020

Federasi Badminton India (BAI) positif tentang para pemain China yang akan bersaing di India Open pada bulan depan di tengah kekhawatiran seputar wabah virus Corona.

Federasi Badminton India (BAI) positif tentang para pemain China yang akan bersaing di India Open pada bulan depan di tengah kekhawatiran seputar wabah virus corona.

Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan nama virus corona, telah membunuh lebih dari 2.000 orang dan menginfeksi lebih dari 75.000 orang di China. Virus itu diyakini berasal di Wuhan, pada akhir tahun lalu dan kota itu kini telah diisolasi sejak berminggu-minggu lalu.

Mengingat resiko kesehatan, para pemain China minggu lalu visanya ditolak untuk Kejuaraan Beregu Asia yang berlangsung di Manila, Filipina.

Pemain China dan Hong Kong diharapkan bisa tampil di kejuaraan bergengsi All England, BWF World Tour Super 1000, yang akan diselenggarakan pada 11 hingga 15 Maret di Birmingham, karena mereka sudah berada di Eropa.

Swiss Open World Tour Super 300 (17-22 Maret) adalah turnamen berikutnya dalam jadwal internasional, sebelum India Open 2020.

“Pemain China dalam karantina selama hampir dua minggu di Eropa dan mereka diharapkan untuk memainkan Kejuaraan German Open dan All England. Setelah itu ada Swiss Open sehingga mereka akan berada di Eropa sebelum mereka tampil di India Open,” kata seorang pejabat BWF.

China diperkirakan akan mengirim kontingen lebih dari 60 pemain, dipimpin oleh Chen Yufei dan Shi Yuqi. Pemain senior, Lin Dan dan He Bingjiao juga diharapkan menjadi bagian dari tim.

Para pemain top dari Indonesia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Jepang, dan juga Korea Selatan juga akan berpartisipasi dalam turnamen ini. Kementerian olahraga telah menjelaskan bahwa mereka akan memberikan semua dukungan kepada BAI.

“Kami akan mematuhi Piagam Olimpiade dan memberikan semua dukungan kepada BAI tetapi itu adalah masalah kesehatan dan keputusan terakhir ada pada pemerintah. Setiap kali federasi datang kepada kami untuk menyelenggarakan turnamen resmi, kami selalu langsung memberikan persetujuan,” kata sumber kementerian olahraga.

Sementara itu, Manajer Turnamen Federasi Badminton Dunia (BWF), Ruvian Ruslan pada hari Kamis (20/2) mengunjungi Stadion Indoor KD Jadhav, yang akan menjadi tuan rumah India Open pada 24 hingga 29 Maret mendatang.

“Tim BWF yang beranggotakan dua orang ada di sini untuk mengunjungi venue dan mereka sangat senang dengan fasilitas stadion dan telah menyetujui venue untuk India Open 2020. Kami yakin bahwa edisi ini akan menyaksikan aksi bulu tangkis kelas atas dan saya mendesak semua penggemar bulu tangkis datang dan menonton para pemainnya secara langsung,” kata sekretaris BAI, Ajay K Singhania.

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Close